EDISI 5/OKTOBER
← Kembali ke Arsip Edisi
Manusia di Kasino
Ini puisi yang lahir dari kepingan chip kasinodi meja baccarat, pada tiap kartu natural 9.Sesekali K, Q, J + 9, tetapi kadang sialnya A + 8.Sebagian o...

Andai Yunus Enggan ke Tarsis
Sekarang ayo mengaku!Siapa diantara kita melempar daduPutaran nasib sekian kaliDan kita belum juga menggariskanSiapa yang meloncatPutuskan sekarang at...

Ketika Rawa Gambut Kehilangan Ingatannya
Kerusakan alam semakin sulit dipahami sebagai peristiwa yang berdiri sendiri. Hutan tidak hilang dalam satu malam, sungai tidak tiba-tiba kehilangan m...

Kulepas Kau ke Edinburgh
Tiga hari yang lalu setelah tulisan ini dibuat, saya mendengarkan pesan suara dari yang saya kagumi, sekarang ia dipinang kota Edinburgh. Entah anggap...

Seorang Paman yang Merantau dan Kembali
Di sebelah kamar nenek tinggal seorang paman. Namanya Nazali. Ia adalah salah satu orang yang membuatku mengerti bahwa kehidupan orang dewasa tidak se...

Hari Ini Abu: Namaku, Namamu
Tidak ada taman di sini, kita menciumi kabut asap setiap waktu. Dinding putih itu seakan beku berbulan-bulan di pandangan, bahkan tidak satu pun raja-...
