Sekarang ayo mengaku!
Siapa diantara kita melempar dadu
Putaran nasib sekian kali
Dan kita belum juga mengga
riskan
Siapa yang meloncat
Putuskan sekarang atau niscaya karam.
Kapal kayu itu
Masih terombang-ambing membawa
sekumpulan pengundi takdir
lotre usia pengharap derma
Seorang pria bijak menawar
Bagaimana kalau seluruh penumpang mengaku
Mengakui dosa-dosanya
Jujur kepada baling dan tiang
Hening lanskap langit biru
Disertai pantulan kusut cahaya laut
Mewujud bayangan sore hari.
Camar putih khusyuk bertahmid
Disamping geladak kemudi terdengar
sayup seruling.
Mulailah mereka lompat satu satu
Bur. Bur. Bur. Bur.
Rasanya, matahari sejengkal
Benang tipis antara aib dan taubat
yang tidak sanggup mereka urai.

