Situs web kami sedang dalam perbaikan. Namun, jaring Sastra Serkap tetap dibentangkan untuk menangkap rintihan kata dari ujung jarimu. Kalian tetap dapat mengirimkan karya melalui surel.
Dari segenggam layar di tanganmu, tidak perlu repot untuk susah payah membaca karya sastra, baik yang lalu, hari ini, maupun yang belum tertulis dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Kamu dapat memerintahkannya menulis tentang matahari meleleh di atas mi instan, bersanding dengan mayones dan saus cabai. Perintah-perintah itu bisa terjadi dan terpenuhi dengan segera, secepat kamu menoleh ke langit kamar lalu melihat segenggam layar di tanganmu—kegiatan-kegiatan meninabobokan, memvalidasi igauanmu sebagai pembaca.
Untuk itu, Sastra Serkap tidak berangkat menjadi dongeng sebelum tidur atau karangan dari masa lampau yang tak tahu muara rimbanya untuk kemajuan dunia kesusastraan kita. Sastra Serkap menjadi medium ekspresi bagi penutur yang hidup dan mendiami teksnya. Jikalau ia menulis pohon, haruslah ia sebagai perawat pohon, bukan penebang pohon. Jikalau ia menulis sungai, haruslah ia hidup di sepanjang sungai atau paling tidak memiliki pengalaman empiris tentang sungai. Semuanya memang berkelindan dengan kehidupan penutur, bukan yang tiba-tiba jatuh dari bibir langit jadi syair, tuturan panjang, dan tutur pandang.
Kami membuka segala kemungkinan jenis syair, baik berbentuk puisi, sajak, puisi prosa, tuturan, maupun gaya eksplorasi lainnya.
Tuturan Panjang memang asing terdengar di dunia kesusastraan Indonesia atau bahkan sedikit sekali jejaknya. Sastra Serkap membuka rubrik ini untuk menghidupkan semangatnya kembali. Tuturan Panjang dikenal luas oleh masyarakat Melayu, baik yang mendiami sepanjang sungai maupun di perbukitan. Tentunya mereka sangat akrab dengan Tuturan Panjang yang dipergunakan sebagai medium bercerita. Umumnya Tuturan Panjang dikehendaki untuk nasihat, petuah, dan juga larangan.
Tutur Pandang sendiri merupakan rubrik yang kami sediakan untuk para penutur yang ingin berbagi cakrawalanya tentang ke-Indonesiaan, wacana sastra kita, juga opini yang menjembatani pengetahuan antara pembaca dengan problem yang sedang kita hadapi.