Ini puisi yang lahir dari kepingan chip kasino
di meja baccarat, pada tiap kartu natural 9.
Sesekali K, Q, J + 9, tetapi kadang sialnya A + 8.
Sebagian orang lapar, makan dari harapan,
dan berapa besar yang kenyang oleh keraguan?
Lalu puisi macam apa yang ditulis dari meja judi?
Harapan dan kekalahan atau keraguan dan kemenangan?
Semua manusia di kasino memerhatikan;
berpikir yang ditulis adalah azimat keberuntungan
atau malah rentetan utang yang harus dibayar.
Yang pasti, bila menang, mereka bertepuk dan menadah tangan,
dan bila kalah, mereka menepuk jidat lalu berbisik:
"Masih adakah barang yang bisa digadai?"

