
Irvan Bisri
Irvan Bisri hadir sebagai perupa sekaligus Peziarah Waktu, memandang tubuh sebagai ruang bagi ingatan, luka, mitologi, dan kegelisahan manusia. Melalui garis pensil yang rapat, kasar, namun terukur, ia menelusuri jejak manusia di antara yang fana dan abadi. Figur manusia bertaut dengan bunga, batu, air, jantung, dan bentuk organik, membangun dunia surealis yang intim, muram, dan kontemplatif. Baginya, tubuh adalah makam sekaligus rahim; luka menjadi ingatan, sementara kematian membuka jalan menuju kelahiran kembali. Ia tidak mengejar keindahan yang selesai, melainkan menemukan makna dalam keretakan. Setiap gambar menjadi fragmen kosmos, catatan pengembaraan batin, dan ayat sunyi tentang tubuh, alam, waktu, kematian, serta perjalanan manusia untuk pulang kembali kepada asal ingatannya yang paling sunyi.
